Peluncuran Global Huawei Mate 40 Disampaikan Akan Terlambat

Peluncuran Global Huawei Mate 40 Disampaikan Terlambat, Vendor handphone asal Tiongkok Huawei belum juga memverifikasi waktu peluncuran flagship terbarunya yaitu Mate 40. Peluncuran seri handphone itu serta diperkirakan terlambat sampai tahun kedepan.

info tentang penangguhan peluncuran ini berawal dari Evan Blass. Dia sering memberi bocoran mengenai beberapa handphone baru.

“Kelihatannya, bila Anda menanti seri Huawei Mate 40, Anda tidak dapat memperolehnya sampai tahun kedepan,” catat Evan Blass di Twitter.

Seri Mate 30 di tahun kemarin dikeluarkan di Tiongkok di akhir September, diiringi peluncuran di Eropa di akhir November. Huawei mulai memperlebar marketingnya ke semakin banyak negara dengan beberapa peluncuran sangat lamban di Januari 2020.

Seri Huawei Mate 40 diperkirakan akan ikuti pola sama, tetapi peluang semakin lebih lamban untuk pasar global.

Fakta dibalik penangguhan ini belum tahu tentu. Ada banyak peluang fakta, termasuk juga Huawei yang tidak dapat lagi memakai layanan TSMC mulai 15 September, dan tidak bisa memakai OLED dari Samsung serta LG.

Huawei mengakui sudah simpan cukup chipset, yang berdasar laporan banyaknya 10 juta unit, dan memakai monitor BOE. Tetapi, stok yang ada peluang cuman lumayan buat pasar Tiongkok.

Fakta lain peluang sebab kurangnya keinginan global. Seri Huawei Mate 40 pastinya tidak dipasarkan di AS, serta peluang tidak mendapatkan sambutan hangat di India.

Situaasi di Eropa belum jelas, mengingat operator di sejumlah negara memblok pemakaian perlengkapan Huawei. Tetapi, nampaknya tidak ada yang memiliki masalah dengan hp Huawei. Huawei meramalkan pemasaran seri Mate 40 akan 30 % bertambah rendah.

Berdasar laporan sekarang ini, Mate 40 akan dikeluarkan di pasar Tiongkok di tengah Oktober. Tetapi, selama ini belumlah ada verifikasi dari faksi Huawei.

  • Handphone Kirin Paling akhir

Dalam satu acara di Tiongkok, Richard Yu, President of the Huawei Consumer Business Grup menjelaskan, Mate 40 akan memakai processor paling baru HiSilicon Kirin.

Mate 40 bisa menjadi handphone paling akhir Huawei yang memakai chipset Kirin sesudah 15 September 2020. Pengakuan ini adalah kelanjutan dari penutupan Amerika Serikat yang larang semua produsen chip semikonduktor yang memakai tehnologi perlengkapan pengerjaan chip, kekayaan cendekiawan, atau piranti lunak design AS harus ajukan izin sebelumnya mengirim chip ke Huawei.

Sebab hal itu, TSMC, sebagai pembikin processor Kirin juga harus terpaksa hentikan proses produksi serta rantai supply untuk handphone baru Huawei, sebab proses produksi TSMC memakai perlengkapan dari perusahaan AS seperti Lam Research serta Applied Materials.

TSMC sendiri menghasilkan semua chipset HiSilicon kelas tinggi Kirin untuk jejeran seri hp jagoan punya Huawei. Kecuali handphone, perusahaan ini membuat processor untuk base station jaringan 5G, chip AI, serta chip server punya Huawei.

Huawei Cuman Produksi 50 Juta Handphone Tahun Depan?

Huawei Cuman Produksi 50 Juta Handphone Tahun Depan?, Huawei disampaikan cuman akan menghasilkan 50 juta unit handphone selama 2021. Laporan ini diterbitkan pertama-tama oleh The Elec. Jika berita ini betul, Huawei memotong 74 % produksi handphone-nya dibanding tahun 2019.

Sebatas info, di tahun 2019, Huawei mengapalkan seputar 240 juta unit handphone. Sesaat pada 2020, Huawei akan mengapalkan seputar 190 juta unit handphone-nya.

Berdasar laporan, fakta pemangkasan jumlah produksi handphone ini sebab ada sangsi yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat. Sangsi ini membuat Huawei mustahil untuk produksi handphone mereka.

Dikarenakan ini, Samsung juga beritanya merencanakan untuk mengapalkan lebih dari 300 juta unit handphone per 2021.

Masih sekitar permasalahan Huawei serta Amerika Serikat, pada Mei 2019, pemerintah AS menetapkan larangan pada Huawei. Huawei Cuman Produksi 50 Juta Huawei dilarang memakai service exclusive Google termasuk juga aplikasi-aplikasinya.

Terancam Tidak Punyai Chipset

Tidak cuman handphone Huawei, brand Honor juga ikut dilarang memakai service serta suport exclusive Google untuk Android.

Paling baru, pemerintah AS mempererat larangan serta meningkatkan sangsi baru pada Huawei serta belasan anak perusahannya, larang perusahaan ini memperoleh chipset dari Qualcomm atau MediaTek.

TSMC, perusahaan yang menghasilkan chipset Kirin punya Huawei dibatasi dalam sediakan servicenya untuk Huawei.

Sekarang, perusahaan memercayakan SMIC untuk produksi chipset Kirin kelas menengah yang umum digunakan untuk memberikan dukungan handphone murah serta kelas menengah. Tetapi, AS merencanakan untuk larang SMIC.

Bila sukses, Huawei ringkas tidak akan mempunyai akses produksi chipset untuk handphone-nya. Walau sebenarnya, sesudah perjuangan keras, Huawei jadi vendor handphone paling besar di dunia, dari sisi jumlah handphone yang dikapalkan.

Perusahaan pada akhirnya dapat melebihi Samsung sesudah sekian tahun berada di belakang Samsung, baik di tempat ke-2 atau ke-3 dalam soal vendor handphone paling teratas di dunia.

Dengan adanya banyak halangan dari AS, apa Huawei akan kembali lagi memberikan tempatnya untuk vendor handphone paling besar ke pesaing-kompetitornya?

Monitor Huawei Mate 40 Series Akan Dipasok Oleh BOE Technology

Monitor Huawei Mate 40 Series Akan Dipasok Oleh BOE Technology, Huawei Mate 40 Series disampaikan akan dipasok teknologi monitornya oleh perusahaan teknologi asal Tiongkok BOE Technology.

Teknologi monitor one-cell BOLED punya BOE sudah diambil untuk Mate 40 serta Mate 40 Pro. BOE akan jadi penyuplai eksklusif untuk variasi Mate 40. Sesaat untuk Mate 40 Pro kecuali BOE, pemasok monitor lain ialah Samsung serta LG.

BOE pada awal tahun ini sempat ajukan penawaran untuk monitor Huawei P40, tapi waktu itu teknologinya belum siap.

Sesuai namanya, monitor on-cell mempunyai susunan touch sensitive yang tertancap didalamnya. Teknologi lama memerlukan satu monitor sentuh terpisah untuk dapat terpasang, hingga ada sela di antara susunan serta monitornya.

Seri Huawei Mate 40 sendiri akan dikeluarkan pada periode semester II 2020. Tetapi selama ini belumlah ada verifikasi dari faksi Huawei mengenai waktu peluncurannya.

Walau penyuplai monitor sudah dipilih, kelihatannya produksi Mate 40 Series tetap terlambat. Masalahnya si aksasa tehnologi disampaikan minta beberapa rantai suplai elemen partner mereka, sesaat waktu hentikan produksi untuk Mate 40.

Ini diprediksikan akan membut produksi massal seri Huawei Mate 40 terlambat satu sampai dua bulan.

Huawei peluang akan memberitahukan seri Mate 40 sesuai dengan agenda. Tetapi, peluncuran di pasar akan terlambat sebab penangguhan produksi komponennya.

Huawei disebutkan sedang ambil waktu untuk menilai stol chip kepunyaannya. Ini berkaitan dengan desakan Amerika Serikat (AS) pada usaha Huawei yang mengubah produksi chipset.

Penutupan AS pada Huawei termasuk juga memakai beberapa produk negara itu, seperti Google Play Services.

Larangan memakai beberapa service Google perlambat ekspansi Huawei, tetapi perusahaan selama ini sukses menguatkan pemasaran di pasar Tiongkok.

Mengenai Huawei disampaikan sudah kurangi pesanan elemen spesifik sebesar 20 % untuk memperhitungkan keinginan yang bertambah rendah.

Tidak hanya Huawei, ini kemungkinan akan mengubah brand yang berada di bawah naungan mereka, yaitu Honor.

Huawei Akan Rilis MateBook dan MatePad di Indonesia

Shootnhunt.com, Berita Teknologi Laptop – Selama ini Huawei untuk kelas konsumer lebih dikenal sebagai pembuat ponsel. Namun mereka pun mau memboyong produk lainnya ke Indonesia, yaitu laptop dan tablet.

Setelah merilis seri P40, mereka akan memboyong sejumlah produk untuk memperkuat ekosistemnya di Indonesia, yaitu MateBook X Pro, MateBook D14, MatePad Pro, dan Watch GT2e.

Huawei Akan Rilis MateBook dan MatePad di Indonesia

“Melalui Peluncuran Huawei Seri P40 yang akan segera hadir di Indonesia, kami juga akan memperkenalkan berbagai produk ekosistem terbaru, yaitu Matebook X Pro, MateBook D14, MatePad Pro, dan Watch GT2e,” ujar Lo Khing Seng, Deputy Country Head Huawei Consumer Business Group Indonesia dalam keterangan yang diterima detikINET, Jumat (10/4/2020).

MateBook X Pro adalah produk laptop kelas tertinggi Huawei, menggunakan prosesor Intel Core generasi ke-10, dan mempunyai fitur konektivitas seperti Multi-screen collaboration. Laptop dengan ukuran layar 13,9 inch ini punya bobot 1,33 kg.

Sementara MateBook D14 adalah laptop entry level yang ditujukan untuk konsumen muda. Fitur yang ditonjolkan Huawei dari laptop 14 inch ini adalah FullView Display, kinerja kencang, desain stylish, Huawei Share, dan Fingerprint Power Button.

Lalu ada juga MatePad Pro, yang menggabungkan tampilan FullView Display dan chipset andalan Kirin 990 yang kuat dengan dukungan untuk APP Multiplier, Huawei Share, Multi-screen Collaboration, fitur smart office dan Huawei M-Pencil untuk pengalaman menulis tangan yang nyata.

Terakhir adalah Huawei Watch GT2e, yang penerus dari Watch GT2, yang menargetkan konsumen muda dan modern. Tak seperti GT2, GT2e mempunyai tali terintegrasi yang membuat tampilannya lebih ramping dan berbeda.

Perangkat ini mendukung pemantauan pintar untuk lebih dari 100 jenis olahraga dan dilengkapi dengan kontrol kamera jarak jauh dan dukungan shutter timer. Saat dihubungkan dengan smartphone, Huawei Watch GT 2e akan muncul ikon kamera pada jam tangan pengguna yang dapat digunakan untuk mengambil gambar dari jarak jauh dari smatphone.

“Di Huawei, kami menciptakan inovasi tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan setiap kategori produk tetapi untuk membangun ekosistem yang lebih mulus. Kami sangat senang membawa semua produk ini ke Indonesia, dimulai dengan Huawei P40 Series, dan yang lainnya akan menyusul dalam beberapa bulan mendatang. Kami berharap produk-produk ini dapat meningkatkan produktivitas kehidupan sehari-hari pengguna,” tutup Khing Seng.