Xiaomi Luncurkan Duo Ponsel 5G Redmi 10X dan 10X Pro

Shootnhunt.com, Berita Teknologi Ponsel – Harga ponsel berkemampuan semakin merakyat. Dua smartphone Redmi 10X dan Redmi 10X Pro yang baru saja diperkenalkan Xiaomi di China, misalnya, dibanderol relatif terjangkau mulai Rp 3 jutaan.

Redmi 10X dan Redmi 10X Pro dibekali chip MediaTek Dimensity 820 yang mendukung 5G dengan frekuensi Sub-6 GHz dengan kemampuan 5G+5G dual SIM.

Xiaomi Luncurkan Duo Ponsel 5G Redmi 10X dan 10X Pro

Xiaomi mengklaim bahwa MediaTek Dimensity 820 memiliki kinerja tinggi dnegan skor benchmark AnTuTu di kisaran 415.000 poin.

Angka tersebut tak jauh berbeda dari Snapdragon 855 (kisaran 445.000 poin) yang merupakan chip kelas atas Qualcomm tahun lalu.

Karena koneksi 5G membutuhkan banyak daya, Redmi 10X Pro dibekali baterai 4.520 mAh dengan fast charging 33 watt.

Sementara, Redmi 10X memiliki kapasitas baterai sama, tapi dengan daya fast charging yang berbeda yakni 22,5 watt.

Kedua ponsel memiliki layar yang serupa, yakni OLED 6,57 inci (2.400 x 1.080 piksel) dengan pemindai sidik jari terintegrasi. Terdapat sebuah poni kecil yang memuat kamera depan di bagian atas layar.

Redmi 10X datang dengan tiga buah kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 48 MP, kamera ultra wide 8 MP, dan kamera depth sensor 2 MP. Sementara kamera depannya beresolusi 16 MP.

Sedangkan Redmi 10X Pro memiliki jumlah kamera belakang lebih banyak. Terdiri dari kamera utama 48 MP, kamera ultra-wide 8 MP, kamera telephoto (3x zoom) 8 MP, dan kamera macro 5 MP. Untuk selfie tersedia kamera depan 20 MP.

Fitur lain termasuk antarmuka MIUI 12, USB-C, IR Blaster, dan konektor audio 3,5mm. Khusus Redmi 10X Pro, ada tambahan fitur NFC.

Redmi 10X rencananya akan dijual pada 1 Juni mendatang dengan banderol 1.599 yuan (Rp 3,3 juta) untuk versi dengan kombinasi RAM dan storage 6 GB/ 64 GB. Ini merupakan ponsel 5G termurah yang ada di pasaran sekarang.

Selain, itu, Redmi 10X juga tersedia dalam varian 6 GB/ 128 GB seharga 1.799 yuan (Rp 3,7 juta), 8 GB/ 128 GB seharga 2.099 yuan (Rp 4,3 juta) dan 8 GB/ 256 GB seharga 2.399 yuan (Rp 5 juta).

Sebagaimana dihimpun shootnhunt.com dari Android Authority, Selasa (26/5/2020), Redmi 10X Pro akan menyusul dipasarkan pada 6 Juni dalam dua varian.

Redmi 10X Pro dengan kombinasi RAM dan storage 8 GB/ 128 GB dibanderol 2.229 yuan (Rp 4,6 juta) dan 8 GB/ 256 GB dijual 2.599 yuan (Rp 5,4 juta).

Xiaomi turut memasarkan Redmi 10X versi 4G yang sudah mulai dijual di China dalam dua varian. Pertama adalah 4 GB/ 128 GB seharga 999 yuan (Rp 2,1 juta) dan 6 GB/ 128 GB seharga 1.199 yuan (Rp 2,5 juta).

Bulan April Ponsel BM Akan Diblokir IMEI

Shootnhunt.com, Berita Teknologi Ponsel – Selamat datang di bulan April. Itu saatnya menghitung hari diberlakukannya aturan International Mobile Equipment Identity (IMEI) pada 18 April 2020 mendatang untuk memerangi peredaran ponsel BM.

Bulan April Ponsel BM Akan Diblokir IMEI

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Kominfo Ismail mengatakan bahwa sejauh ini belum ada perubahan terkait upaya pemerintah dalam mengatasi persoalan ponsel ilegal di Indonesia.

Saat ditanya terkait progres sosialisasi aturan validasi nomor IMEI ponsel BM ini, di mana sebelumnya Kementerian Kominfo bersama operator seluler melakukan uji coba pemblokiran perangkat ilegal tersebut dan dinyatakan berhasil.

Sebelumnya, pemerintah bersama operator seluler juga telah menetapkan skema whitelist untuk memblokir ponsel BM setelah kebijakan berlaku nantinya. Dipilihnya skema ini sebagai langkah preventif dalam menyuntik mati ponsel ilegal.

Jadi, ponsel yang IMEI-nya tak terdaftar dalam data base Kementerian Perindustrian akan dinonaktifkan dari layanan seluler sejak awal. Hanya perangkat legal alias bukan BM yang dapat sinyal untuk menerima layanan telekomunikasi.

Adapun, ponsel BM yang sudah beredar saat ini alias belum melewati 18 April 2020, maka perangkat tersebut dibebaskan dari pemblokiran layanan telekomunikasi.

Diketahui, untuk memberangus ponsel BM, ada tiga kementerian yang terlibat, yaitu Kementerian Kominfo, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian yang melibatkan Ditjen Bea Cukai dan operator seluler.