Senjata Xiaomi Kalahkan iPhone 12 dan Samsung Galaxy Note 20

Shootnhunt.com, Berita Teknologi Ponsel – Smartphone Galaxy Note 20 dari Samsung dan iPhone 12 dari Apple baru akan dirilis paruh kedua tahun ini. Tapi keduanya sudah diperbincangkan gara-gara aplikasi baru yang dipatenkan Xiaomi, yakni kamera di bawah layar ponsel.

Lewat patennya itu pabrikan ponsel asal Cina tersebut diakui mampu mengungguli Samsung dan Apple. Terobosan teknologi yang dibuat dan dipatenkan itu belum ada pada Galaxy Note 20 dan iPhone 12.

Senjata Xiaomi Kalahkan iPhone 12 dan Samsung Galaxy Note 20

Paten tersebut ditemukan oleh situs LetsGoDigital, yang memberikan gambaran mengenai kamera depan bahwa layar. Dalam paten itu ditunjukkan bagaimana smartphone seperti Mi 10 baru terlihat dan bekerja dengan posisi kamera selfie yang tidak terlihat di muka layar alias menghilangkan segala jenis notch atau poni.

Mengutip laman Toms Guide, 7 Mei 2020, dalam keadaan normal, ponsel sepertinya tidak memiliki kamera depan sama sekali. Namun, ketika membuka fitur kamera atau aplikasi lain yang membutuhkan kamera depan, sebagian layar dimatikan, memungkinkan kamera di bawahnya mengambil gambar melalui piksel transparan.

Beberapa informasi pada Juni tahun lalu sudah memperlihatkan Xiaomi, dan rival ponsel yang juga asal Cina OPPO sudah menunjukkan konsep teknologi ini. Tapi teknologi menempatkan kamera di bawah layar bukan tanpa kelemahan.

Masalah ada pada asupan cahaya. Kamera hanya menyerap sebagian cahaya yang biasanya masuk ke sensor kamera, sehingga gambar yang diambil ponsel ini bisa terlihat sangat gelap.

Ada beberapa cara untuk mengatasi hal ini, seperti menyesuaikan ukuran sensor, meningkatkan sensitivitasnya, atau semacam perbaikan perangkat lunak pasca pemrosesan. Tetapi akan menarik untuk melihat apakah Xiaomi dapat menghasilkan jepretan yang berkualitas dengan desain ini.

Sementara, iPhone 12 dan Galaxy Note 20, masing-masing dengan kamera self-notch dan punch-hole, akan diluncurkan menjelang akhir tahun ini. Dengan asumsi tidak ada gangguan karena pandemi Covid-19 yang merusak rencana mereka, Samsung akan merilis Note 20 sekitar Agustus, sementara Apple meluncurkan iPhone 12 sebulan berselang.

Adapun Xiaomi sudah meluncurkan flagship Mi 10 pada Maret lalu, juga menggunakan layar punch-hole. Namun, Xiaomi memiliki sejarah merilis versi ‘T’, ponsel lama yang ditingkatkan, jadi mungkin akan ada Mi 10T atau Mi 10T Pro yang dirilis akhir tahun ini, yang bisa menjadi ponsel komersial pertama dengan kamera di bawah layar.

Samsung Bakal Naikkan Harga Smartphone di Indonesia

Shootnhunt.com, Berita Teknologi Ponsel – Pandemi Covid-19 turut mempengaruhi kondisi bisnis di berbagai industri, termasuk teknologi. Wabah ini juga membuat industri smartphone kian Lemah. Alhasil, sejumlah vendor smartphone, terpaksa menaikkan harga produk yang mereka pasarkan.

Samsung Bakal Naikkan Harga Smartphone di Indonesia

Samsung pun demikian. Perusahaan asal Korea Selatan ini mengonfirmasi bahwa mereka telah melakukan penyesuaian harga jual smartphone di Indonesia. Penyesuaian harga ini dilakukan per tanggal 20 April lalu untuk sejumlah ponsel Galaxy.

“Kami melakukan berbagai pertimbangan dan upaya dalam menyesuaikan harga beberapa smartphone Samsung Galaxy dengan situasi ekonomi saat ini,” ujar Head of Product Marketing IT & Mobile Samsung Electronics Indonesia, Denny Galant dalam keterangan resmi yang diterima Shootnhunt.com, Rabu (22/4/2020).

Meski demikian, Denny tidak menjelaskan secara spesifik ponsel Galaxy apa saja yang mengalami kenaikan harga jual. KompasTekno pun menelusuri halaman resmi Samsung.com, Eraspace, official store di Tokopedia, Blibli, Lazada, dan JD.id, untuk melihat ponsel Samsung apa saja yang harganya dinaikkan

Berdasarkan pantauan Shootnhunt.com, ponsel Galaxy yang dirilis tahun ini memang mengalami kenaikan harga. Galaxy A51 yang dirilis Januari lalu, misalnya, kini dibanderol dengan harga Rp 4,9 juta (6 GB/128 GB) dan Rp 5,2 juta (8 GB/128 GB).

Padahal pada saat peluncuran, kedua varian Galaxy A51 tersebut dibanderol dengan harga Rp 500.000 lebih murah, alias Rp 4,4 juta dan Rp 4,7 juta.

Penyesuaian harga pun dilakukan pada ponsel flagship Samsung terbaru, yakni Galaxy S20, S20 Plus, dan S20 Ultra yang resmi dirilis di Tanah Air awal Maret lalu.

Ketiga ponsel tersebut kini dibanderol dengan harga Rp 14,5 juta (8 GB/128 GB), Rp 16,7 juta (8 GB/128 GB), dan Rp 21 juta (8 GB/128 GB). Ini artinya trio Galaxy S20 selisih Rp 1,5 juta – Rp 2,5 juta dari harga peluncuran.

Nah, untuk lebih jelas, berikut ini adalah tabel harga ponsel Samsung yang mengalami kenaikan harga.

Samsung Bakal Naikkan Harga Smartphone di Indonesia